MENUJU HADIRAT ILAHI (panduan bagi kafilah Ruhani) oleh Syaikh Al-Muhasibi – Guru Sufi abad 3H

BAB 1TOBAT ; PINTU GERBANG MENUJU ILAHI 

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pembahasan kali ini saya ingin berbagi khasanah mengenai panduan bagi kafilah ruhani, pembahasan didalam uraian-uraianyya adalah berbentuk tanya jawab antara guru dengan murid, semoga dengan membaca uraian ini di harapkan agar perjalanan-perjalan seorang salik di dalam penghambaan terhadap Allah SWT bisa semakin mudah dan di fahami, sehingga kedekatan terhadap Allah SWT untuk mendapatkan rahmat dan ridhloNYA akan tercapai amin.

Syaikh Abu Abdillah Al-Harist ibn Asad Al-Muhasibi r.a bertanya kepada gurunya, Abu Ja’far Muhammad ibn Musa r.a {1}  Wahai Abu ja’far— semoga Allah selalu mencurahkan rahmat kepadamu— apa pertama harus aku lakukan untuk sampai kepada Allah ?

Dia menjawab ; “kembali kepada Allah, sebagaimana yang telah di kehendaki-NYA”

Aku bertanya ; “Apa makna kembali kepada Allah?”

Dia Menjawab ; “Bertobat, wahai anakku, sebagaimana yang di jelaskan oleh Said ibn Jubair {2} ketika menjelaskan firman Allah Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali (QS Al-Isra ;25) said ibn Jubair berkata, maksud orang-orang yang kembali adalah yang bertobat kepada Allah”

Aku bertanya ; “Apa makna Tobat?”

Dia menjawab : “Tobat adalah menyesali perbuatan buruk (dosa) yang telah dilakukan, meneguhkan hati untuk tidak melakukannya lagi, dan menjauhi setiap hal yang mendorong pada perbuatan itu, Allah SWT berfirman : “Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu, sedangkan mereka mengetahui” (QS Ali Imran ;135)

Aku bertanya : “Apa yang harus di lakukan oleh orang yang bertaubat? ”

Dia Menjawab ; “meninggalkan segala perbuatan dosa, memalingkan hati dari hasrat berbuat dosa, menanggalakan sikap munafik demi keuntungan pribadi, menghindari perselisihan dan mengikuti pendapat yang benar meskipun harus rela berkorban, mengembalikan hak-hak orang lain yang telah diambilnya secara zalim, dan menunaikan semua kewajibannya baik kepada Allah maupun kepada manusia. Allah swt berfirman ; kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan, dan menerangkan (kebenaran) maka aku menerima tobatnya dan Akulah yang maha penerima tobat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqarah ;160)

Aku bertanya ; “lalu apa yang harus dilakukan setelah itu?”

Dia menjawab ; “Memperbaiki makanannya {3} karena makanan dapat mempengaruhi tingkah laku, fungsi makanan seperti akal (baca;hati) yang menggerakkan aktivitas raga, jika akal seseorang baik, baik pula seluruh aktifitas raganya, makanan yang baik (halal dan berkah) akan memudahkan seseorang mengerjakan perbuatan yang layak dilakukan oleh orang-orang yang taat kepada Allah ”

Aku bertanya ; “Lalu apa yang harus dilakukan setelah itu?”

Dia menjawab ; “menyesali apa yang telah di perbuat dan memperbaiki hal yang akan dilakukan, beristighfar dengan lisan atas dosa disa yang telah lalu dan menghilangkan sama sekali keinginan berbuat dosa {4}, berketetapan hati untuk tidak kembali lagi pada perbuatan yang haram dan menyesali perbuatan dosa yang telah di kerjakan sambil memohon ampunan kepada allah dengan sungguh-sungguh, jika hal itu terus menerus di lakukan sangat mungkin bagi Allah akan menerima Tobatnya”

Aku bertanya ; “apa yang menggerakkan seorang hamba untuk bertaubat? Kapan hatiku ini merasa mantap bahwa bertaubat diwajibkan atasku? Dan kapan aku merasa takut bahwa tobat akan terlewatkan dariku?”

Dia menjawab : “dengan mengenali Allah, seorang hamba akan segera mengetahui kewajiban bertobat, setelah ia melakukan dosa. Allah swt berfirman : “Bertobatlah sekalian kamu sekalian kepada Allah, hai orang – orang yang beriman, supaya kamu beruntung (QS Al-Nur ; 31)” dan firmanNYA “Hai orang orang yang beriman bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya (QS Al-Tahrim ; 8)”.

Wahai pemuda, barang siapa yang tidak mengenal Allah, dia tidak akan mampun mengambil pelajaran kebijaksanaan tidaklah kamu mendengar firman Allah, dan barang siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang Zalim (QS Al-Hujurat ;11) Maka sesunggunya Allah telah mewajibkan tobat kepadamu, dan Dia juga mengaitkan kamu dengan kezaliman, jika kamu tidak meninggalkannya. Oleh karena itu, hendaklah seorang hamba mewajibkan atas dirinya bertaubat dan menakut-nakuti dirinya dengan siksa Allah jika meninggalkan tobat.

Aku bertanya : “apa yang menguatkanku tentang kewajiban bertobat ini?”

Dia menjawab : “Hendaknya hati senantiasa mengetahui bahwa ajal itu sangat dekat dan datangnya kematian adalah secara tiba-tiba. Hati juga harus di latih untuk khawatir terhadap harapan ampunan dari Allah yang belum tentu di kabulkan, dan membiasakan diri untuk takut akan siksa Allah yang segera menimpanya, jika ia terus menerus mengerjakan perbuatan dosa”

“Luqman al-hakim member nasihat kepada anaknya, “wahai anaku, janganlah kamu menunda tobat karena sesungguhnya datangnya kematian adalah secara tiba-tiba”.

“yang dapat menguatkan tekadmu untuk bertaubat ada 3 perkara ; pertama, mengingat dosa yang telah lau dengan mengurangi makan dan minum {5} dan meninggalkan nafsu, kedua berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakan kemauan tobat sambil terus menerus mengingat mati, ketiga, terus berpegang pada kedua perkara di atas dan tidak melupakan keduanya sehingga memudahkanmu untuk mengingat mati, dosa dan tobat.”

Aku bertanya ; “Apa yang dapat menggerakkan seseorang bertobat dan bangkit dari kelengahan?”

Dia menjawab ; “Hendaklah dia senantiasa berada dalam keadaan takut siksa Allah (neraka) dan mengharapkan apa yang di janjikanNya (surga). Sebab Allah SWT menyerukan hamba-hambaNYA untuk meraih janji-NYA dan menjauhi ancaman-NYA. Allah SWT menakut-nakuti mereka dengan siksaan yang pedih, dan memotifasi mereka dengan kerinduan memperoleh surga yang di janjikan. Inilah yang menggerakkan hati seseorang hamba untuk bertobat, DIA juga mengimbau mereka untuk selalu memperbaiki akhlaknya dan keutamaan dirinya”

Aku bertanya ; “Apa tanda ketulusan dalam tobatnya?”

Dia menjawab ; “”Selalu bersedih atas umur yang telah dihabiskan untuk kesia-siaan dan permainan ; selalu kawatir, apakah tobatnya itu diterima atau tidak ; merasa kurang atas ibadah yang telah di persembahkan kepada Allah sambil terus menerus dalam keadaan bersedih hati ; terus bersungguh-sungguh untuk mengerjakan amal saleh sambil merasa takut, jika tobatnya tidak di terima ; bersegera menuju ampunan Allah sambil merasa takut akan bujukan hawa nafsu dan kenikmatan semu perbuatan dosa sehingga bumi menjadi sempit baginya, meskipun luas ; mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah karena semua tempat adalah milik-NYA

Allah SWT berfirman, dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al-Taubah ; 118)

“Inilah criteria orang yang bertaubat dengan ketulusan jiwanya”

Aku bertanya ; “Adakah yang lain selain itu semua?”

Dia menjawab ; “ya, orang yang bertaubat harus memahami bahwa tobat adalah anugerah Allah SWT, keinginan untuk bertaubat merupakan hidayah dan taufik-NYA, sehingga, hati akan teguh dalam melakukan amal saleh karena Allah, anugerah yang ada dalam taubat berasal dari ruh makrifat-NYA”

Aku bertanya ; “jika telah sampai pada derajat ini, apakah orang yang bertaubat masih diharuskan melakukan sesuatu?”

Dia menjawab ; “ya, dia harus melakukan sesuatu yang tidak boleh di tinggalkannya, yaitu bersyukur kepada Allah atas anugerah tobat itu, ini adalah suatu karuni utama Allah yang di anugerahkan kepadanya”

LITERATUR {1,2,3,4,5}

{1} Muhammad ibn Musa adalah guru spiritual Al-Muhasibi, nama panggilannya Abu Ja’far. dalam litertur klasik, terdapat juga nama MUhammad Ibn Musa yang panggilannya Abu Bakar, tetapi dia tidak hidup semasa dengan Al-Muhasibi.

{2} Said ibn Jubair adalah seorang tokoh yang menjadi perumpamaan dalam keluasan ilmu dan kewarakannya, setiap tahun dia pergi ke Baitullah dua kali untuk haji dan umrah. Dia meriwayatkan hadist dari Ali, ibn Umar, ibn Amr, Abu Musa, Adi ibn Hatim dan abu hurairah. Yang paling banyak dia meriwayatkannya dari ibn Abbas. Dia di bunuh oleh Al-Hajaj pada 94 H, ketika itu dia berusia 57 tahun. Para utusan Al-Hajaj telah menawarkan kepadanya agar dia kabur, tetapi dia menolak. Sebelumnya , Said telah melakukan pemberontakan terhadap Al-Hajjaj. Lihat shafwah Al-shafwah, jilid III hlm.43

{3} Memperbaiki makanan adalah berusaha mencari rizki yang halal. dengan rezeki itu, sesorang dapat membersihkan makanannya dari yang haram dan subhat. Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, tempatnya yang layak adalah neraka . lihat A’mal Al-qulub wa Al-Jawarih (Tingkah laku hati dan raga) hlm 195 dan al-washaya bab sembilan belas, keduanya karya Al-Muhasibi

{4} yakni meninggalkan keinginan berbuat dosa di dalam hati, tetapi meninggalakannya secara lahiriyah. disini, terdapat perbedaan dalam waktu dan batasannya antara Al-Muhasibi dengan Al-Nablusi dalam kitabnya, Haqa’iq Al-Islam wa Asraruh (hakikat hakiat islam dan rahasia rahasianya)

{5} mengingat dosa dan akibatnya akan menyebabkan seseorang meniggalkan dosa itu, sedangkan sedikit makan dan minum akan melemahkan hawa nafsu dalam mengumbarnya

Semoga bermanfaat alhamdulillahirabbilalamin

About Hendra

Belajar untuk selalu bisa saling mencintai dan mengasihi terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Posted on 3 February 2012, in Tasawuf, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: